Jenis Server Colocation dan Penjelasannya!

Pengertian colocation adalah perusahaan yang menyewakan area untuk penempatan perangkat pc kepada perusahaan yang wilayah pusat datanya dimiliki oleh penyedia layanan. Baca di sini!

Colocation server adalah style sarana yang ada dalam wujud wilayah khusus yang digunakan sebagai pembibitan dan penyimpanan server untuk beraneka pusat data. Penyimpanan atau konservasi dikerjakan bersama pakai infrastruktur dan standar keamanan yang tinggi, baik fisik maupun non fisik.

Proxy terbagi jadi dua style dalam hal membantu penyedia colocation server, yaitu Managed Pooled dan Unmanaged Pooled. Inilah penjelasannya.

1. Skema investasi kolektif yang dikelola

Colocation server adalah server khusus yang disewakan kepada klien. Saat pelanggan pakai sarana ini, server khusus yang di sediakan oleh penyedia sarana dikonfigurasi cocok bersama spesifikasi khusus pakai aplikasi perangkat lunak yang dapat digunakan oleh pengguna.

Colocation terkelola adalah sarana yang sempurna untuk orang yang tidak miliki keterampilan tekhnis atau tidak miliki lumayan pas atau sumber kekuatan untuk memecahkan persoalan dan memelihara server. Namun, colocation terkelola adalah sarana yang terhitung miliki kekurangan, seperti server terkelola yang hanya mengizinkan pengguna untuk pakai aplikasi yang dapat dukungan oleh server. Website terhitung memerlukan aplikasi tambahan, tetapi jikalau aplikasi tersebut tidak dapat dukungan oleh penyedia sarana maka dapat mengundang masalah.

2. Skema Investasi Kolektif yang Tidak Terkelola

Colocation yang tidak dikelola adalah sarana hosting server yang tidak memerlukan bantuan berasal dari penyedia layanan, atau jikalau Anda ingin pengecekan yang lebih baik atas konfigurasi dan penggunaan server, colocation yang tidak dikelola adalah pilihan paling baik Anda.

Skema investasi kolektif yang tidak dikelola adalah kebalikan berasal dari skema investasi kolektif yang dikelola, yang mengharuskan klien menyiapkan perangkat keras dan mengelola sendiri seluruh perangkat lunak dan perangkat keras. Selain itu, colocation yang tidak dikelola adalah sarana yang terlalu mungkin fleksibilitas yang lebih besar bagi pelanggan, tetapi kerugiannya adalah pengguna kudu jalankan banyak hal sendiri.

Selain itu, pelanggan masih terikat bersama kontrak penyedia layanan, sehingga lebih dari satu besar kontrak melarang hal-hal khusus yang tidak dapat dikerjakan di server yang dihosting. Larangan ini terhitung pornografi, e mail massal yang menggunakan banyak lantas lintas jaringan, dan hal lain yang memicu persoalan benar-benar bagi penyedia layanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *